Blognya tiara

January 7, 2010

Metode-metode yang digunakan dalam lapangan psikologi

Filed under: Bahasa Indonesia — tiara2702 @ 8:03 am

Untuk mengontrol variable-variable dengan secara baik pada umumnya eksperimen dilakukan dalam tempat tertutup dalam laboratorium. Namun demikian salah satu kelemahan apabila eksperimen dijalankan dalam laboratorium, situasi dalam laboratorium merupakan situasi yang tidak wajar, situasi yang dibuat. Namun dengan jalan ini salah satu kelemahan yang timbul ialah eksperimen akan mudah terpengaruh oleh variable-variable lain yang dapat mengganggu jalan serta hasil eksperimen. Disamping itu juga adanya usaha untuk menggabungkan antara kedua sifat itu menjadi satu, yaitu penggabungan antara keadaan di dalam alam wajar dengan alam laboratorium. Hal ini dijumpai dalam penyelidikan yang menggunakan one way vision screen yang umumnya digunakan untuk penyelidikan anak-anak. Untuk lebih terperinci akan dikemukakan metode-metode yang digunakan dalam lapangan psikologi sebagai berikut:

  • Metode introspeksi

Arti kata introspeksi adalah melihat ke dalam (intro=ke dalam dan speksi dari spectare=melihat). Metode ini merupakan suatu metode penyelidikan dengan melihat peristiwa-peristiwa kejiwaan kedalam dirinya sendiri. Metode introspeksi ini dapat eksperimental dan dapat pula non-eksperimental. Kelemahan pokok yang sering dikemukakan dalam metode ini adalah bahwa metode ini bersifat subjektif, karena orang sering tidak jujur dalam mengadakan penelitian terhadap dirinya sendiri, apalagi mengenai hal-hal yang tidak baik. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa metode introspeksi ini merupakan metode yang khas, hanya terdapat pada manusia. Menurut Wundt istilah introspeksi ini kurang tepat, yang lebih tepat ialah retrospeksi (retro=kembali, dan spectaro=melihat). Jadi penyelidik melihat kembali peristiwa-peristiwa kejiwaan yang terjadi dalam dirinya sendiri, sebab apa yang diselidiki itu adalah apa yang telah terjadi, bukan apa yang sedang terjadi di dalam dirinya sendiri, sehingga istilah retrospeksi akan lebih tepat dari pada introspeksi. Orang tidak akan dapat melihat ke dalam dirinya sendiri sewaktu orang masih dalam keadaan marah, tetapi orang akan dapat melihat ke dalam dirinya setelah peristiwa kemarahan itu selesai.

  • Metode Introspeksi Eksperimental

Metode ini merupakan penggabungan metode introspeksi dengan eksperimen. Dengan jalan eksperimen, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Dalam metode introspeksi murni hanya diri penyelidik yang menjadi objek. Tetapi pada introspeksi eksperimen jumlah subjek banyak, yaitu orang-orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penyelidikan hasilnya akan lebih bersifat objektif

  • Metode Ekstrospeksi

Arti kata ekstrospeksi ialah melihat keluar (extro=keluar, speksi dari spectare=melihat). Metode ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi. Pada metode ekstrospeksi subjek penyelidikan bukan dirinya sendiri tetapi orang lain. Dengan demikian diharapakan adanya sifat yang subjektif dalam penyelidikan itu. Namun metode ekstrospeksi sebenarnya juga berdasarkan atas metode introspeksi. Orang akan dapat mengatakan atau menyimpulkan yang terjadi pada orang lain, juga berdasarkan atas keadaan dirinya sendiri. Dengan demikian kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode introspeksi juga akan terdapat pada metode ekstrospeksi.

  • Metode kuesioner

Kuesioner atau sering pula disebut angket merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang menjadi subjek dari penyelidikan tersebut. Dengan angket orang akan dapat memperoleh fakta ataupun opini (opinions). Pertanyaan dalam angket  bergantung kepada maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Pada garis besarnya angket terdiri dari dua bagian yang besar, yaitu:

  • Bagian yang mengandung data identitas
  • Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin memperoleh jawaban.

Bagian yang mengandung data identitas yaitu merupakan bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan untuk mengungkap data identitas dari orang yang dikenai angket. Tetapi kadang-kadang ada angket yang tidak menggunakan nama, sekalipun identitas yang lain diungkap. Ini yang disebut angket anonym. Ada beberapa macam bentuk atau jenis pertanyaan yang sekaligus memberikan bentuk atau jenis angket, yaitu:

  1. Pertanyaan yang tertutup (closed questions), yaitu bentuk pertanyaan, orang yang dikenai angket (responden) tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah disediakan dalam angket tersebut.
  2. Pertanyaan yang terbuka (open questions), yaitu bentuk pertanyaan yang responden masih diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan jawaban.
  3. Pertanyaan yang terbuka dan tertutup, yaitu merupakan campuran dari kedua macam pertanyaan tersebut di atas.

Jika angket dilihat dari cara orang memberikan informasi, angket dapat dibedakan dua jenis, yaitu:

a)    Angket langsung, yaitu angket yang diberikan kepada subjek yang dikenai, tanpa menggunakan perantara. Jadi penyelidik langsung mendapatkan bahan dari sumber pertama (first resource).

b)    Angket tidak langsung, yaitu angket yang menggunakan perantara dalam menjawab. Jawaban-jawaban tidak langsung didapatkan dari sumber pertama tetapi melalui perantara.

Keuntungan metode angket antara lain:

ü  Metode angket merupakan metode yang praktis, dari jarak jauh metode ini dapat digunakan. Penyelidik tidak perlu langsung datang di tempat penyelidikan.

ü  Dalam waktu yang singkat dapat dikumpulkan data yang relative banyak. Disamping itu tenaga yang digunakan sedikit, sehingga dari segi ini merupakan metode yang hemat.

ü  Orang dapat menjawab leluasa, sehingga tidak dipengaruhi oleh orang-orang lain. Orang akan lebih terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Tetapi disamping keuntungan-keuntungan tersebut di atas, angket juga mempunyai segi-segi kelemahan, antara lain:

  1. Oleh karena dengan angket penyelidik mungkin tidak dapat langsung berhadapan muka dengan yang diselidiki, maka apabila ada hal-hal yang kurang jelas, keterangan lebih lanjut sulit dapat diperoleh.
  2. Dalam angket pertanyaan-pertanyaan telah disusun demikian rupa, sehingga pertanyaan-pertanyaan tidak dapat diubah disesuaikan dengan situasinya.
  3. Biasanya angket yang telah dikeluarkan tidak semua dapat kembali. Hal ini harus diperhitungkan apabila mengadakan penyelidikan dengan menggunakan angket.
  4. Kesalahan dalam pelaksanaan (misalnya sugestif), kurang terangnya pertanyaan-pertanyaan, menyebabkan kurang validnya bahan yang diperoleh.
  • Metode Interviu

Interviu merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Kalau pada angket pertanyaan-pertanyaan diberikan secara tertulis, maka pada interviu pertanyaan-pertanyaan diberikan secara lisan. Keuntungan-keuntungan pada metode interviu antara lain:

a)    Pada interviu hal-hal yang kurang jelas dapat diperjelas, sehingga orang dapat mengerti apa yang dimaksudkan. Keadaan ini tidak terdapat pada angket.

b)    Pada interviu penginterviu dapat menyesuaikan dengan keadaan yang diinterviu. Pada angket keadaan ini tidak mungkin.

c)    Dalam interviu adanya hubungan yang langsung (face to face) karena itu diharapkan dapat menimbulkan suasana hubungan yang baik, dan ini akan memberikan bantuan dalam mendapatkan bahan-bahan.

Sedangkan kelemahan-kelemahan antara lain:

  1. Penyelidikan dengan interviu kurang hemat, baik dalam soal waktu maupun tenaga, sebab dengan interviu membutuhkan waktu yang lama.
  2. Pada interviu dibutuhkan keahlian, dan untuk memenuhi ini dibutuhkan waktu untukl mendapatkan didikan atau latihan yang khusus.
  3. Pada interviu apabila telah ada prasangka (prejudice) maka ini akan mempengaruhi interviu, sehingga hasilnya tidak objektif.
  • Metode Biografi

Metode ini merupakan tulisan tentang kehidupan seseorang yang merupakan riwayat hidup. Dalam biografi orang menguraikan tentang keadaan, sikap-sikap ataupun sifat-sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Oleh karena itu biografi juga dapat merupakan sumber penyelidikan dalam lapangan psikologi. Metode ini disamping mempunyai  keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu bahwa metode ini kadang-kadang bersifat subjektif, dalam arti menurut pandangan yang membuat biografi itu.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: