Blognya tiara

December 24, 2009

ASURANSI

Filed under: ekonomi — tiara2702 @ 5:36 am
  1. Pengertian asuransi

Tidak seorang pun yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi dimasa yang akan dating dengan sempurna, meskipun dengan menggunakan berbagai alat analisis. Setiap ramalan yang dilakukan tidak akan terlepas dari kesalahan perhitungan yang telah dilakukan. Penyebab melesetnya hasil ramalan karena dimasa yanga akan dating penuh dengan ketidak pastian. Bahkan untuk hal-hal tertentu sama sekali tidak dapat diperhitungkan seperti maut dan rejeki. Jadi wajar jika terjadinya sesuatu dimasa yang akan dating hanya dapat direka-reka semata.

Resiko dimasa dating dapa terjadi terhadap kehiduan seseorang misalnya kematian, sakit aau resiko dipecat dari perusahaanya. Dalam dunia bisnis resiko yang dihadapi dapat berupa resiko kerugian akibat kebakaran, kerusakan atau kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang akan dihadapi harus ditanggulangi, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar  lagi.

Untuk mengurangi resiko yang tidak kita inginkan dimasa yang akan dating, seperti  resiko kehilangan, resiko kebakaran, resiko macetnya pinjaman kredit bank atau pinjaman lainnya, maka diperlukan perusahaan yang au menanggung resiko tersebut. Adalah perusahaan asuransi yang mau dan sanggup menanggung setiap resiko yang akan dihadapi nasabahnya baik perorangan maupun badan usaha. Hal ini disebabkan perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang melakukan usaha pertanggungan terhadap resiko yang akan dihadapi para nasabahnya.

Dalam bahasa belanda kata asuransi disebut assurantie yang terdiri dari kata “assuradeur” yang berarti penanggung dan “geassureerde” yang berarti tertanggung kemudian dalam bahasa perancis disebut “assurance” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi.sednagkan dalam bahasa latin disebut “assecurare” yang berate meyakinkan orang. Selanjutnya bahasa inggris kata asuransi disebut “insurance” yang berarti menanggung sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dan “assurance” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi.

Di Indonesia pengertian asuransi menurut undang-undang nomor 1 tahun 1992 tentang usaha asuransi adalah sebagai berikut :

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hokum kepada pihak ke-3 yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari peristiwa, yang tidak pasti atau untuk memberikan sesuatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Dalam perjanjian asuransi dimana tertanggung dan penanggung mengikat suatu perjanjian tentang hak dan kewajiban masing-masing. Perusahaan asuransimembebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung premi yang harus dibayar sebelumnya sudah ditaksirkan dulu atau diperhitungkan dengan nilai resiko yang akan dihadapi. Semakin besar resiko, maka semakin besar premi yang harus dibayar dan sebaliknya.

Perjanjian asuransi tertuang dalam polis asuransi, dimana disebutkan syarat-syarat, hak-hak, kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggungkan dan jangka waktu asuransi.  Jika dalam masa pertanggungan terjadi resiko, maka pihak asuransi akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan ditandatangani  bersama sebelumnya.

  1. Jenis-jenis Asuransi

Jenis-jenis asuransi yang berkembang di Indonesia dewasa ini jika dilihat dari berbagai segi adalah sebagai berikut :

  1. Dilihat dari segi fungsinya
    1. Asuransi kerugian (non life insurance)

Jenis asuransi kerugian seperti yang terdapat dalam undang-undang nomor 2 tahun 1992 tentang usaha asuransi menjelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi suatu resiko atas kerugian, kehilangan, manfaat dan tanggung jawab hokum kepada pihak ke-3 dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Jenis asuransi ini tidak diperkenankan melakukan usaha diluar asuransi kerugian dan reasuransi.

Kemudian yang termasuk dalam asuransi kerugian adalah :

  • Asuransi kebakaran yang meliputi kebakaran, peledakan, petir, kecelakaan kapal terbang dan lainnya
  • Asuransi pengangkutan meliputi
    • Marine hul policy
    • Marine cargo policy
    • Freight
    • Asuransi aneka yaitu asuransi yang tidak termasuk dalam asuransi kebakan dan asuransi pengangkutan seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri, pencurian dan yang lainnya.
  1. Asuransi jiwa (life insurance)

Asuransi jiwa merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa adalah:

  • Asuransi berjanggka (term insurance)
  • Asuransi tabungan (endowment insurance)
  • Asuranci seumur hidup (whole life insurance)
  • Annuity contract insurance (anuitas)
  1. Reasuransi (reassurance)

Merupakan perusahaan yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Jenis asuransi sering disebut asuransi dari asuransi dan asuransi ini digolongkan dalam

  • Bentuk treaty
  • Bentuk facultative
  • Kombinasi dari keduannya
  1. Dilihat dari segi kepemilikannya

Dalam hal ini yang dilihat adalah siapa pemilik dari perusahaan asuransi tersebut, baik asuransi kerugian, asuransi jiwa ataupun reasuransi

  1. Asuransi milik pemerintah

Yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 00 persen oleh pemerintah Indonesia

  1. Asuransi milik swasta nasional

Asuransi ini kepemilkan sahamnya sepenuhnya dimilki oleh swasta nasional, sehingga siapa yang paling banyak memilki saham, maka memilki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

  1. Asuansi milik perusahaan asing

Perusahaan asuransi jenis ini biasanya beroperasi di Indonesia hanyalah merupakan cabang dari Negara lain dan jelas kepemilikannyapun dimiliki oleh 100 persen oleh pihak asing

  1. Asuransi milik campuran

Merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional deangan pihak asing

  1. Keuntungan asuransi

Perusahaan asuransi sebagai lembaga keuangan tentu saja mengharapkan keuntungan atas usaha yang dijalankannya. Keuntungan ini digunakan untuk membiayai seluruh aktivitas. Demikian pula dengan nasabah yang mengharapkan polis asuransi akan menerima manfaat dengan jasa asuransi yang digunakannya.

Keuntungan dari usaha asuransi untuk masing-masing pihak adalah sebagai berikut :

  1. Bagi perusahaan asuransi
    1. Keuntungan dari premi yang diberikan ke nasabah
    2. Keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain
    3. Keuntungan dari hasil bunga dari investasi disura-surat berharga
  1. Bagi nasabah
    1. Memberikan rasa aman
    2. Merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali
    3. Terhindar dari reiko kerugian atau kehilangan
    4. Memperoleh penghasilan dimasa mendatang
    5. Memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan

Prinsip-prinsip asuransi

  1. Insurable interest merupakan hal berdasarkan hokum untuk mempertanggungkan suau resiko berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hokum antara tanggung dan suatu yang dipertanggungkan dan dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hokum. Semua ini tergambar dari kontrak asuransi. Kemudian dalam hal ini perlu menyebutkan adanya kepentingan terhadap barang yang dipertanggungkan.
  2. Utmost good faith atau “itikad baik” dalam penetapan setiap suatu kontrak haruslah didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immaterial.
  3. Indemnity atau ganti rugi artinya mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian tersebut. Dalam hal ini tidak berlaku bagi kontrak asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan karena prnsip ini didasarkan kepada kerugian yang bersifat keuangan.
  4. Proximate cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau berurutan dan intervensi kekuatan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.
  5. Suborgation merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugikepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mngakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian. Artinya dengan prinsip ini penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang benar-benar dideritanya.
  6. Contribution suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seseorang tertanggung, meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung belum tentu sama besarnya.

Jenis-jenis Resiko

Dalam pertanggungan asuransi terdapat berbagai jenis resiko yang dihadapi, besar kecilnya suatu resiko merupakan salah satu pertimbangan besarnya premi asuransi yang harus dibayar.

Dalam praktiknya resiko-resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah sebagai berikut:

  1. Resiko murni, artinya bahwa ada ketidakpastian terjadinya sesuatu kerugian atau dengan kata lain hanya ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan
  2. Resiko spekulatif
  3. Resiko  individu
  • Resiko pribadi
  • Resiko harta
  • Resiko tanggung gugat

Jenis-jenis Asuransi

Dilihat dari segi fungsinya

  1. Asuransi kerugian (non life insurance)
  2. Asuransi jiwa (life insurance)
  3. Reasuransi (reassurance)

Dilihat dari segi kepemilikannya

  1. Asuransi milik pemerintah
  2. Asuransi milik swasta nasional
  3. Asuansi milik perusahaan asing
  4. Asuransi milik campuran

Keuntungan asuransi

Keuntungan dari usaha asuransi untuk masing-masing pihak adalah sebagai berikut :

Bagi perusahaan asuransi

Keuntungan dari premi yang diberikan ke nasabah

Keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain

Keuntungan dari hasil bunga dari investasi disura-surat berharga

  1. Bagi nasabah
    1. Memberikan rasa aman
    2. Merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali
    3. Terhindar dari reiko kerugian atau kehilangan
    4. Memperoleh penghasilan dimasa mendatang
    5. Memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan

Prinsip-prinsip asuransi

Jenis-jenis Resiko

Dalam praktiknya resiko-resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah sebagai berikut:

  1. Resiko murni, artinya bahwa ada ketidakpastian terjadinya sesuatu kerugian atau dengan kata lain hanya ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan
  2. Resiko spekulatif
  3. Resiko  individu
  • Resiko pribadi
  • Resiko harta
  • Resiko tanggung gugat

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: