Blognya tiara

December 24, 2009

AKUNTANSI DAN RUANG LINGKUPNYA

Filed under: ekonomi — tiara2702 @ 5:40 am

Akuntansi dan Ruang Lingkupnya

  • Definisi Akuntansi

Akuntansi dapat didefinisikan dari 3 sudut pandang, yaitu: sebagai kegiatan jasa, bidang studi, dan proses atau kegiatan. Sebagai kegiatan jasa, akuntansi merupakan kegiatan jasa penyediaan informasi kuantitatif mengenai unit-unit usaha ekonomik, terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomik.

Sebagai suatu proses, akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, pengklasifikasian, penguraian, peringkasan dan pengkomunikasian informasi keuangan entitas ekonomik dengan cara tertentu. Akuntansi memiliki 3 karakteristik penting, yaitu: Pengidentifikasian, Pengukuran, dan Pengkomunikasian informasi keuangan tentang entitas ekonomik dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan dapat merupakan pihak diluar perusahaan atau pihak dalam perusahaan. Pihak luar perusahaan misalnya, kreditor, investor, pemerintah, masyarakat umum. Bagi pihak luar perusahaan, informasi keuangan yang dilaporkan perusahaan dapat digunakan untuk membuat prediksi, mengendalikan resiko, mengevaluasi profitabilitas, mengevaluasi solvensi dan mengevaluasi pelaksanaan manajemen. Sedangkan  pihak dalam perusahaan misalnya manajemen menggunakan informasi keuangan untuk membuat perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan.

  • Pelaporan Keuangan dan Statemen Keuangan

Penyajian dan penyampaian informasi keuangan suatu entitas ekonomik kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan disebut sebagai pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan menyangkut statemen keuangan utama yang terdiri atas neraca, statemen laba-rugi, statemen arus kas ( saat ini masih digunakan statemen perubahan posisi keuangan ), dan statemen perubahan modal. Statemen keuangan merupakan alat pokok yang secara formal digunakan untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak luar perusahaan.

Bentuk lain  pelaporan keuangan sebagai berikut: statemen tahunan, prospectus, rencana atau manajemen forecast/ecpectations, informasi baru, deskripsi social perusahaan atau dampaknya secara lingkungan.

  • Faktor-faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Akuntansi

Lingkungan akuntansi meliputi lingkungan social, ekonomi, politik, hokum, batasan-batasan dan pengaruh-pengaruh yang bervariasi dari waktu ke waktu. Akuntansi keuangan modern merupakan hasil berbagai pengaruh dan kondisi. Akuntansi dilaksanakan dalam 5 lingkungan berikut:

  1. Akuntansi mengakui bahwa manusia hidup dalam dunia yang sumber-sumber ekonomik dan alat yang terbatas. Akuntansi mengidentifikasikan efesiensi dan ketidakefesiensi pemakaian sumber-sumber ekonomik.
  2. Akuntansi mengakui dan menerima aturan kini (berlaku) dan konsep etik terhadap kekayaan, dan hak-hak lain sebagai standar-standar lain yang ada berkembang dalam masyarakat.
  3. Akuntansi mengakui bahwa kegiatan ekonomik dapat diidentifikasikan secara terpisah dengan unit-unit usaha perusahaan. Perusahaan terdiri atas sumber-sumber ekonomik (asset), kewajiban ekonomik, dan kepentingan residu (modal pemilik).
  4. Akuntansi mengakui bahwa dalam perkembangan usaha yang sangat cepat, system ekonomi yang kompleks, menyebabkan beberapa pihak (investor dan kreditor) perlu mempercayakan pengelolaan dan pengawasan terhadap aktiva kepada pihak lain yang lebih professional.
  5. Akuntansi memberikan pengukuran terhadap perubahan sumber-sumber ekonomik, dan kepentingan residu usaha perusahaan sebagai dasar perbandingan dan pengevaluasian.
  • Tujuan Pelaporan keuangan

Berdasarkan pengakuan terhadap karakteristik lingkungan akuntansi, pelaporan keuangan harus memberikan informasi:

  1. Bagi pihak kreditor dan debitor dan pihak lain yang berkepentingan untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan-keputusan yang serupa.
  2. Bagi pihak debitor dan kreditor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk menentukan jumlah, waktu dan ketidakpastian prospek penerimaan kas dari dividen atau bunga, dan aliran kas masuk dari penjualan, redemption, atau utang atau surat berharga yang telah jatuh tempo.
  3. Mengenai sumber-sumber ekonomik, tuntutan terhadap sumber-sumber ekonomik dan pengaruh transaksi, kejadian atau keadaan yang mengubah sumber-sumber dan tuntutan terhadap sumber-sumber ekonomik..

  • Karakteristik dan Batasan-batasan Statemen Keuangan

Statemen keuangan yang disajikan oleh akuntan memiliki beberapa karakteristik dan batasan-batasan tertentu, sebagai berikut:

  • Bersifat Keuangan

Informasi dalam statemen keuangan terutama bersifat keuangan. Hal ini dapat dilihat dalam penyajian informasi keuangan dalam satuan moneter.

  • Entitas Bisnis

Statemen keuangan menyajikan informasu keuangan tentang perusahaan secara individu dan keseluruhan, bukan industri atau perekonomian secara keseluruhan.

  • Taksiran dan Pertimabangan

Informasi yang disajikan dalam statemen keuangan menggunakan taksiran atau pertimbangan tertentu (jugment).

  • Statemen Historik

Statemen keuangan menyajikan dampak keuangan dari transaksi dan kejadian dimasa lalu. Statemen keuangan bukan merupakan proyeksi masa yang akan dating.

  • Bertujuan Umum

Statemen keuangan didesain dan disajikan agar dapat memenuhi kebutuhan para pemakai informasi yang berbeda, khususnya pemilik dan kreditor yang ada atau potensial yang akan datang.

  • Pengembangan Standar Akuntansi

Oleh akuntansi secara terus-menerus dipengaruhi oleh lingkungannya, maka timbul kebutuhan untuk merumuskan standar akuntansi. Standar dibutuhkan karena dua alasan berikut: standar dibutuhkan untuk pembandingan antara statemen keuangan dari perusahaan yang berbeda dan dibutuhkan untuk meminimumkan bias, ambiku, ketidaktepatan dan salah interprestasi terhadap informasi keuangan yang disajikan.

Pemakai statemen keuangan membutuhkan informasi yang tepat dan kebutuhan yang bertentangan untuk bermacam-macam tipe statemen. Untuk itu telah disiapkan satu set statemen keuangan yang bertujuan umum. Untuk meminimumkan kemungkinan kelemahan-kelemahan diatas, profesi akuntansi mengembangkan bangunan teori yang berterima umum dan secara luas dipraktikan. Bangunan teori tersebut dikenal dengan sebutan prinsip berterima umum (general accepted accounting principles).

Prinsip akuntansi berterima umum merupakan kumpulan teori dan praktik yang digunakan sebagai pedoman umum praktik yang dilaksanakan. Pengembangan bangunan teori ini tidak terlepas dari perkembangan dalam organisasi profesi akuntansi.

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: